KPU Kabupaten Grobogan Mengikuti Kajian Rutin Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Tengah dalam Program Kamis Sesuatu Serial Advokasi Hukum Pemilu Seri XLVI
Hai #TemanPemilih, bertempat di aula, KPU Kabupaten Grobogan mengikuti Kajian Rutin Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Tengah dalam program Kamis Sesuatu Serial Advokasi Hukum Pemilu Seri XLVI dengan tema Diskusi Film “The Mayor”, Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah secara daring ini diikuti oleh KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Diskusi menghadirkan Nur Wachid Efendi, S.Pd.I, Kadiv Hukum dan Pengawasan KPU Kota Salatiga sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Siti Munafisah, S.Sos., M.A, Kasubbag TPPH KPU Kota Salatiga. Dalam sambutannya, Basmar Perianto Amron, Kadiv Perencanaan dan Logistik KPU Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan bahwa kegiatan kajian melalui diskusi film merupakan inovasi pembelajaran yang menarik bagi penyelenggara pemilu. Menurutnya, melalui kajian seperti ini diharapkan dapat semakin memperkuat kompetensi, wawasan, serta pemahaman penyelenggara pemilu dalam menyampaikan informasi tentang pemilu yang bersih, bermartabat, dan berkualitas kepada masyarakat. Selain menjalankan tahapan pemilu, penyelenggara juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik mengenai nilai-nilai demokrasi. Lebih lanjut disampaikan bahwa membahas dan mereview film yang berkaitan dengan kontestasi kekuasaan, perebutan kekuasaan, serta dinamika demokrasi dapat menjadi tolak ukur bagi penyelenggara pemilu dalam mengelola lembaga secara profesional serta memperkuat kemajuan demokrasi. Pada sesi pemaparan materi, narasumber menyampaikan ulasan film “The Mayor” (2017) yang mengangkat kisah ambisi kekuasaan seorang petahana Wali Kota Seoul bernama Byeon Jong-gu yang berusaha meraih masa jabatan ketiga. Film tersebut menggambarkan berbagai strategi politik yang digunakan untuk memenangkan kontestasi, mulai dari manipulasi citra, pengendalian narasi media, hingga praktik kampanye yang tidak etis seperti penyebaran informasi menyesatkan dan perang narasi politik. Melalui diskusi ini juga disampaikan relevansi cerita film dengan tugas dan fungsi penyelenggara pemilu, antara lain pentingnya pengaturan jadwal dan tata cara kampanye yang adil, pelarangan hoaks dan kampanye hitam dalam proses pemilu, serta pentingnya membangun pemilih yang cerdas dan berpendirian dalam menentukan pilihan politiknya. Kajian ini diharapkan dapat menjadi sarana refleksi bagi penyelenggara pemilu untuk terus menjaga integritas, profesionalitas, serta komitmen dalam mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.
Selengkapnya