KPU Kabupaten Grobogan Mengikuti Kegiatan Talk to Me yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah Secara Daring
Hai #TemanPemilih, KPU Kabupaten Grobogan mengikuti kegiatan “Talk to Me” yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah secara daring pada Rabu (25/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, baik yang bekerja dari kantor (WFO) maupun Work From Anywhere (WFA).
Mengusung tema “Disiplin dan Akuntabilitas Kinerja”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Irawan Ary Wibowo, S.Pd., Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Wonogiri serta Akhmad Ilman Nafia, S.Pd.I., M.Pd.I., Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Semarang. Acara dipandu oleh Alfi Nirmalasari, S.IP. sebagai moderator.
Dalam sambutannya, Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono, menyampaikan apresiasi atas partisipasi peserta dalam kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya disiplin sebagai bagian dari koordinasi kerja dan implementasi akuntabilitas kinerja dalam kerangka reformasi birokrasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal bersama jajaran komisioner dan sekretariat KPU Provinsi Jawa Tengah. Mey Nurlela, Kadiv Litbang dan SDM KPU Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa meskipun dalam kondisi WFA, seluruh jajaran tetap harus menjaga komitmen dalam menjalankan tugas serta memperkuat komunikasi.
Sejumlah pejabat lainnya juga menyampaikan harapan agar semangat kerja, interaksi, serta adaptasi terhadap perubahan terus ditingkatkan. Hal ini dinilai penting dalam menghadapi dinamika kerja.
Dalam sesi materi, Irawan Ary Wibowo memaparkan konsep “Menjaga Marwah Demokrasi Melalui Disiplin dan Akuntabilitas Kinerja” dengan analogi “dapur KPU” sebagai ruang strategis lahirnya ide, kebijakan, dan pelayanan publik. Ia menekankan pentingnya sinergitas, budaya kerja, serta disiplin yang tidak hanya sebatas kehadiran, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi, manajemen waktu, dan integritas.
Sementara itu, Akhmad Ilman Nafia menjelaskan bahwa disiplin sejatinya merupakan jalan menuju kemerdekaan diri. Ia menyoroti pentingnya kesadaran pribadi, sistem kerja yang jelas, serta budaya organisasi dalam membentuk disiplin berbasis hasil.
Kegiatan ditutup dengan kesimpulan bahwa disiplin merupakan kekuatan yang bersumber dari diri sendiri dan menjadi fondasi utama dalam menciptakan kinerja yang akuntabel, baik secara individu maupun kelembagaan.