KPU Kabupaten Grobogan Mengikuti Kajian Rutin Kamis Sesuatu Seri ke-XLII Divisi Hukum dan Pengawasan Tahun 2026
Hai #TemanPemilih, bertempat di aula, KPU Kabupaten Grobogan mengikuti Kajian Rutin Kamis Sesuatu Seri ke-XLII Divisi Hukum dan Pengawasan Tahun 2026, Kamis (5/3/2026). Kegiatan yang diselenggarakan secara daring oleh KPU Provinsi Jawa Tengah ini diikuti oleh KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.
Kamis Sesuatu kali ini mengusung tema Diskusi Film “Kejarlah Janji” dengan menghadirkan narasumber Samsul Huda, S.H.I., selaku Kadiv Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Klaten serta dimoderatori oleh Budi Sambodo, S.Sos., Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Kabupaten Klaten.
Dalam pengantarnya, Akmaliyah, Kadiv Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari advokasi hukum pemilu. Menurutnya, penyelenggara pemilu memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai aturan serta menjunjung asas luber dan jurdil. Advokasi hukum pemilu tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian sengketa atau penindakan pelanggaran, tetapi juga upaya preventif untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar taat pada aturan dalam berdemokrasi.
Ia menambahkan bahwa diskusi film dan buku dipilih sebagai pendekatan edukatif karena mampu menghadirkan nilai reflektif dan kontekstual yang dekat dengan realitas kehidupan politik masyarakat. Advokasi hukum pemilu merupakan proses jangka panjang melalui edukasi yang berkelanjutan, sehingga diharapkan melalui diskusi film dapat diambil nilai-nilai penting dalam kehidupan demokrasi.
Selanjutnya, Samsul Huda menyampaikan review film “Kejarlah Janji”, sebuah film drama komedi edukasi produksi KPU RI yang disutradarai oleh Garin Nugroho sebagai media sosialisasi Pemilu 2024. Film ini mengangkat kisah sebuah keluarga di Desa Bangun Mapan yang dilatarbelakangi konflik politik masa lalu serta dinamika masyarakat menjelang pemilihan kepala desa. Melalui cerita tersebut, film ini menggambarkan berbagai persoalan demokrasi seperti rendahnya kepercayaan publik terhadap politik, minimnya literasi politik, serta potensi apatisme masyarakat terhadap pemilu.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa film ini menyampaikan pesan penting mengenai pemilu damai, penolakan politik uang, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bijak. Pendekatan cerita keluarga yang dekat dengan kehidupan masyarakat membuat pesan demokrasi terasa lebih mudah dipahami, khususnya bagi generasi muda dan pemilih pemula.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penyelenggara pemilu dapat terus memperkuat upaya edukasi demokrasi kepada masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pemilu, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam setiap proses demokrasi.